Nama logika untuk
pertama kali muncul pada filusuf Cicero (abad ke -1 sebelum Masehi), tetapi
dalam arti ‘seni berdebat’. Alexander Aphrodisias (sekitar permulaan abad ke-3
sesudah Masehi) adalah orang pertama
yang mempergunakan kata ‘logika’ dalam arti ilmu yang menyelidiki lurus
tidaknya pemikiran kita
Selain itu kata
logika diturunkan dari kata “logike” (bahasa yunani), yang berhubungan dengan
kata benda logos, suatu yang menunjukkan kepada kita adanya hubungan yang erat
dengan pikiran dan kata yang merupakan pernyataan dalam bahasa. Jadi, secara
etimologi, logika adalah ilmu yang mempelajari pikiran melalui bahasa. Logika
juga bisa dikatakan penarikan kesimpulan
dari apa yang dianggap benar dari suatu proses penalaran.
Dalam logika
berfikir dipandang dari sudut kelurusan dan ketepatannya. Karena berfikir lurus
dan tepat, merupakan objek formal logika. Di samping dua filusuf di atas
(Cicero dan Alexander Aphrodisias) Aristoteles
pun telah berjasa besar dalam menemukan logika. Namun, Aristoteles belum
memakai nama logika. Aristoteles memakai istilah ‘analika’ dan ‘dialektika’.
Analika untuk penyelidikan mengenai argumentasi yang bertitik tolak dari
putusan-putusan yang benar sedangkan dialektika untuk penyelidikan mengenai
argumentasi yang bertitik tolak hipotsesis atau putusan yang tidak pasti
kebenarannya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar